Harga daging babi di Indonesia

Harga daging babi di China relatif masih lebih murah dibanding harga daging babi di Indonesia. Meski China saat ini sedang darurat daging babi karena imbas merebaknya flu babi Afrika yang menyebabkan pembantaian babi besar-besaran hingga harga naik.

Perbandingan harga: Indonesia vs China

Harga daging babi di Indonesia misalnya di DKI Jakarta, bersumber dari Pusat Informasi Pangan Jakarta, untuk harga rata-rata Jakarta per 16 September 2019, di Pasar Kramat Jati mencapai Rp80 ribu per kg, di Pasar Kelapa Gading Rp85 ribu per kg. Di Pasar Perumnas Klender harganya memang sedikit miring hanya Rp75 ribu per kg.

Di China, seperti dikutip Reuters misalnya, harga daging babi di Kota Nanning per akhir Agustus sempat mencapai Rp78.800 per kg. Sedangkan mengutip Quartz, harga daging babi di China rata-rata sekitar 30 sampai 33 yuan per kg atau Rp 59.000-65.000 per kg. Padahal per Februari 2019, harga daging babi di China mencapai 18 yuan atau Rp 35 ribu per kg.

Penyebab perbedaan harga dan dinamika pasar

Lonjakan harga babi ini sudah terjadi 17 bulan terakhir dan mempengaruhi inflasi negara tersebut. China menargetkan urusan harga daging babi ini akan kelar sebelum ulang tahun negara itu Oktober nanti. Kelangkaan pasokan babi terjadi akibat wabah flu babi afrika, yang sempat membuat pemusnahan babi di sejumlah peternakan China.

Warga China merupakan salah satu pengkonsumsi babi utama di dunia dengan persentase hingga 28%. Selain memberi stimulus hingga US$ 700.000, China juga berencana mengimpor babi dari Denmark dan Brasil. Impor daging babi China 2019 diramal meningkat dua kali lipat dari tahun lalu menjadi 2 juta ton. Pasalnya, flu babi yang berasal dari Afrika bakal memukul produksi babi di China.

historický přehled cen potravin v roce 1985

Pasokan dan produksi di Indonesia

Sedangkan bila dibandingkan dengan Indonesia, pasokan babi bukan jadi persoalan. Selain bukan kebutuhan utama mayoritas populasi penduduk, produksi dan populasi babi di Indonesia jauh melampaui kebutuhan. Bali merupakan salah satu daerah sentra peternakan babi di Indonesia.

Kebutuhan terhadap daging babi semakin meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, perkembangan sektor pariwisata dan kesadaran masyarakat yang semakin baik akan pentingnya asupan gizi. Produksi komoditas babi di Bali sebagian besar masih didominasi oleh peternak rakyat dengan kepemilikan ternak yang terbatas. Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir banyak bermunculan peternak-peternak kemitraan dengan populasi babi yang lebih banyak.

Variabel penentu harga dan tantangan peternak

Gambar 1. Kuantitas, kualitas, kontinuitas menjadi beberapa variabel yang penting dalam sistem agribisnis peternakan babi secara umum. Ketiga komponen tersebut menjadi penentu harga komoditas di lapangan selain banyak faktor yang lain. Pemahaman dan pengetahuan budidaya yang baik ditambah penguasaan informasi pasar menjadi strategi penting dalam sektor peternakan babi terutama dalam menghadapi gejolak pasar.

Tidak dapat dipungkiri, belum semua peternak utamanya peternak rakyat yang memiliki pemahaman tersebut. Harga menjadi hal sensitif dalam pasar bebas yang dihadapi oleh peternak babi di Bali. Harga SAPRONAK (Sarana Produksi Peternakan) utamanya pakan cenderung mengalami kenaikan dan sangat jarang sekali menurun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi harga babi di tingkat produsen (peternak) yang cenderung fluktuatif bahkan seringkali mengalami penurunan.

Hal tersebut seringkali menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, dan bahkan beberapa diantaranya sampai berhenti memelihara babi.

přehled akčních cen kuřecího masa

Perkembangan harga terbaru di Bali

Memasuki tahun 2024, rata-rata harga babi hidup di Provinsi Bali (sampai tanggal 23 Januari 2024) terpantau diangka Rp. 31.591 per KgBH atau meningkat sebesar 3,04% dibandingkan harga rata-rata bulan Desember 2023 (Simponi Ternak, 2023). Bahkan, harga babi hidup tanggal 23 Januari 2024 berada diangka Rp. 35.500 per KgBH (Simponi Ternak, 2024).

Kenaikan harga ini kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satu diantaranya yakni mendekati hari raya Galungan dan Kuningan. Perkembangan harga ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap kondisi usaha peternakan babi di Bali.

Harga di pasar lokal: contoh Pasar Badung

DENPASAR - Hingga Jumat (28/7), pedagang daging babi di Pasar Badung, Bali, mengaku belum ada kenaikan harga maupun kenaikan permintaan. Salah seorang pedagang daging babi, Lani Wulandari mengaku, hingga kini pembelian daging babi masih normal dan tak ada peningkatan. Yang mana, ia menjual daging babi seharga Rp 80 ribu per kilogram. “Untuk harga ini masih normal dari waktu ini, belum ada kenaikan.

Padahal, ia menambahkan, jika berkaca dari Galungan sebelumnya, seminggu sebelumnya sudah mulai ada peningkatan pembelian. Hal ini, menurut dia, kemungkinan imbas adanya isu meningitis yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Saat ini, dalam sehari dirinya hanya memotong dua ekor babi untuk dijual. Namun ia memperkirakan, peningkatan akan semakin signifikan sehari sebelum penampahan.

Senada, Ketut Nonix, pedagang daging babi di Pasar Badung, juga menyampaikan hal yang sama. Dirinya mengaku menjual daging babi dengan harga Rp 75 ribu per kilogram. Sama seperti Lani Wulandari, Ketut juga menyebut belum ada tanda-tanda kenaikan pembelian daging babi jelang Galungan kali ini. “Saya kurang tahu apa penyebabnya. Kemungkinan karena faktor ekonomi. Dalam sehari, dirinya menghabiskan sebanyak 2 hingga 3 babi untuk dijual.

vliv ceny tatarské omáčky na spotřebitelské chování

Dampak ASF dan upaya penanggulangan

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menjelaskan harga babi yang tinggi sejatinya tidak merata di seluruh wilayah Tanah Air. Tingginya harga babi di tiga wilayah itu diduga terjadi karena kelangkaan daging babi imbas mewabahnya African Swine Fever (ASF). ASF sendiri merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100%.

Karena, vaksin dan obat ASF belum ditemukan, maka penerapan biosecurity dan pengawasan lalulintas babi dan produknya merupakan hal yang vital. Ia menambahlan, sebenarnya masih banyak Provinsi dan Kabupaten aentra ternak babi yang bebas ASF. Selain itu, upaya Kompartementalisasi farm juga dapat menjaga farm tetap bebas dari ASF meskipun di daerah tertular, sehingga usaha peternakan babi dapat terus berjalan.

"Kalau nanti produksi ditingkatkan di wilayah yang masih bebas ASF, maka perlu ada fasilitasi untuk distribusi hasil (babi hidup atau produknya) ke wilayah konsumen yang belum bebas ASF. Kementan melalui Ditjen PKH juga berupaya melakukan penanggulangan dan pengendalian harga babi. Lalu melakukan sertifikasi kompartemen bebas penyakit ASF kepada peternakan/farm komersial di Sumut dalam rangka memberikan fasilitas perdagangan antar wilayah.

Nasrullah menjelaskan, dinamika harga daging babi di Sumut dan dua daerah lainnya di Sumatera diperkirakan terjadi karena ketersediaan dan kebutuhan daging babi yang sebagian penduduknya mengkonsumsi daging babi. Ditambah, kondisi adanya wabah penyakit ASF yang terjadi tentunya memberi dampak terhadap kemampuan penyediaan daging babi daerah tersebut.

Tips Mencegah Virus ASF . Peternak babi Harus Tau. Ternak babi Ria's Farm

Strategi menjaga stabilitas harga babi

Gambar 2. Idealnya, perkembangan harga babi di tingkat produsen mesti harmonis dengan perkembangan harga sarana produksi peternakan. Selain itu, harga komoditas babi di tingkat grosir maupun konsumen juga harus dijaga agar tetap menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat.

Kedepan, perlu diformulasikan strategi untuk menjaga stabilitas harga babi hidup di tingkat produsen pada tingkat yang fair bagi peternak. Adapun strategi yang dapat diusulkan diantaranya: 1. Perlu diatur jumlah bibit ternak babi per tahun layaknya DOC agar tidak terjadi lagi over supply di pasar, 2. Harga acuan komoditas babi perlu diatur dalam peraturan skala nasional mengingat pentingnya sektor peternakan ini bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, 3. Memperkuat kelembagaan asosiasi-asosiasi peternakan babi terutama dalam aspek on farm maupun off farm untuk menghindari perang harga di pasaran, 4.

Perdagangan dan akses konsumen

Belanja Daging Babi Online Terlengkap & Berkualitas Hanya di AstroIngin beli Daging Babi dengan kualitas terbaik? Belanja online di Astro solusinya! Karena Astro jual Daging Babi berkualitas dan terlengkap yang bisa kamu pilih dengan mudah. Lebih menarik lagi, Astro menwarkan berbagai promo Daging Babi yang bisa membuat kamu belanja lebih hemat. Tak hanya itu, kamu tak perlu ragu belanja online di Astro, karena kamu bisa dapatkan produk Daging Babi dengan harga terbaik.

Belanja Daging Babi dengan mudah dan cepat di Astro sekarang juga!Beli Daging Babi Online Cepat Sampai Dalam Hitungan Menit Hanya di AstroSedang buru-buru dan ingin beli Daging Babi dengan cepat? Astro siap bantu penuhi kebutuhan harian kamu dengan cepat. Tak perlu lagi repot keluar rumah untuk beli Daging Babi, karena dengan belanja online di Astro, kamu hanya perlu waktu hitungan menit untuk pesanan kamu sampai di rumah. Pesan Daging Babi online di Astro, lebih praktis dan hemat banyak waktu! Yuk, belanja Daging Babi di Astro sekarang juga!

Nikmati Pengalaman Belanja Daging Babi Online 24 Jam Non-stop di AstroMau belanja Daging Babi kapan saja? Astro pilihan yang tepat! Nikmati pengalaman belanja Daging Babi online 24 jam non-stop hanya di Astro! Astro menyediakan beragam pilihan Daging Babi berkualitas, terlengkap, dengan harga terbaik yang bisa kamu pesan kapan saja dan diantar hanya dalam hitungan menit. Tak perlu bingung belanja dengan keterbatasan waktu, dengan Astro, kamu bebas belanja Daging Babi online kapan pun kamu mau. Nikmati kemudahan dan kenyamanan berbelanja Daging Babi online 24 jam non-stop hanya di Astro!

tags: #harga #daging #babi #di #Indonesia